h
Powered by Blogger.

Teknologi

Comment

Test Footer

Popular Posts

<div style='background-color: none transparent;'><a href='http://news.rsspump.com/' title=''>news</a></div>
Monday, January 7, 2013

Adsense Revenue Sharing Feature in Blogger Blogs


This cool trick shows how to implement Google Adsense Revenue sharing feature in blogger(blogspot) blogs:

Do you run a blogger blog which is controlled by multiple authors ? Are you looking for an idea to share revenue with your co-authors? If so, then this nice Blogger trick solves all your problems.

First, What is Adsense Revenue Sharing ?

Suppose, you're the administrator of a blogger blog which has multiple guest authors. If you want to share the blog revenue with them, normally you divide the total revenue based on the Post count or Pageviews. But, most of the time it may not be accurate because CPC and CPM varies from post to post depending on the keywords,etc. So, it may not encourage the team members to post more stuff :(

But, with this cool trick, you can share the blog revenue with them more precisely because every author gets his own ad displayed in all the posts he/she does.

So, lets see how to add this feature to your blog..


For example, If your blog as 3 authors - John, Ricky and Britney

1. Sign into Blogger » Layout » Edit html

2. Tick the "Expand Widget Templates "

3. You can insert the ad anywhere you want in the post body.. In this example, I'll show you how to add it inside the blog post (between the post title and post body)

Find this line:

<p><data:post.body/></p>

and Paste the below code above that line


<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>



<b:if cond='data:post.author == "John"'>

PASTE THE AD CODE OF JOHN HERE

</b:if>



<b:if cond='data:post.author == "Ricky"'>

PASTE THE AD CODE OF RICKY HERE

</b:if>



<b:if cond='data:post.author == "Britney"'>

PASTE THE AD CODE OF BRITNEY HERE

</b:if>



</b:if>

<br/>


Replace the Names with your Blog authors (Case sensitive)

4. Don't Copy and Paste the Adsense Code directly in the template. First, Go to this Blogger Ad Code Converter Page and paste your adsense code in the box provided and click on "Convert Ad Code".
Now, copy that code and paste it in the template.
(Look at the screenshot below)

adsense revenue sharing in blogger

and Finally, SAVE THE CHANGES.

From now on, Each member of your blog can monetize their posts with their own adsense ads... Happy Blogging :)

Note: You can use the same hack to put other advertising networks aswell.. like adbrite,bidvertiser,etc.


Source: http://www.bloggertricks.com/2010/05/adsense-revenue-sharing-feature-in.html
Abdul Kholik Loebiez Privacy Policy, Trik Blogging

Cinta Seorang Anak Terhadap Ibunya

Foto: KISAH NYATA - Cinta Seorang Anak Terhadap Ibunya

Kisah di musim dingin (true story, seperti temuat dalam Xia Wen Pao, 2007) Siu Lan, seorang janda miskin memiliki seorang putri kecil berumur 7 tahun, Lie Mei. Kemiskinan memaksanya untuk membuat sendiri kue-kue dan menjajakannya di pasar untuk biaya hidup berdua. Hidup penuh kekurangan membuat Lie Mei tidak pernah bermanja-manja pada ibunya, seperti anak kecil lain.

Suatu ketika dimusim dingin, saat selesai membuat kue, Siu Lan melihat keranjang penjaja kuenya sudah rusak berat. Dia berpesan agar Lie Mei menunggu di rumah karena dia akan membeli keranjang kue yang baru. Pulang dari membeli keranjang kue, Siu Lan menemukan pintu rumah tidak terkunci dan Lie Mei tidak ada di rumah. Marahlah Siu Lan.Putrinya benar-benar tidak tahu diri, sudah hidup susah masih juga pergi bermain dengan teman-temannya. Lie Mei tidak menunggu rumah seperti pesannya.

Siu Lan menyusun kue kedalam keranjang, dan pergi keluar rumah untuk menjajakannya. Dinginnya salju yang memenuhi jalan tidak menyurutkan niatnya untuk menjual kue. Bagaimana lagi ? Mereka harus dapat uang untuk makan. Sebagai hukuman bagi Lie Mei, putrinya, pintu rumah dikunci Siu Lan dari luar agar Lie Mei tidak bisa pulang. Putri kecil itu harus diberi pelajaran, pikirnya geram. Lie Mei sudah berani kurang ajar.

Sepulang menjajakan kue, Siu Lan menemukan Lie Mei, gadis kecil itu tergeletak di depan pintu. Siu Lan berlari memeluk Lie Mei yang membeku dan sudah tidak bernyawa. Siu Lan berteriak membelah kebekuan salju dan menangis meraung-raung, tapi Lie Mei tetap tidak bergerak. Dengan segera, Siu Lan membopong Lie Mei masuk ke rumah.

Siu Lan menggoncang- goncangkan tubuh beku putri kecilnya sambil meneriakkan nama Lie Mei. Tiba-tiba jatuh sebuah bungkusan kecil dari tangan Lie Mei. Siu Lan mengambil bungkusan kecil itu, dia membukanya. Isinya sebungkus kecil biskuit yang dibungkus kertas usang. Siu Lan mengenali tulisan pada kertas usang itu adalah tulisan Lie Mei yang masih berantakan namun tetap terbaca *,"Hi..hi..hi. . mama pasti lupa. Ini hari istimewa buat mama. Aku membelikan biskuit kecil ini untuk hadiah. Uangku tidak cukup untuk membeli biskuit ukuran besar. Hi…hi…hi.. mama selamat ulang tahun."*

Renungan :

Ingatlah, jangan terlalu cepat menilai seseorang berdasarkan persepsi kita, karena persepsi kita belum tentu benar adanya.

THINK. It is the source of power
READ. It is the foundation of wisdom
QUIET. It is the opportunity to seek God
DREAM. It is what the future is made of
PRAY. It is the greatest power on earth.......

Silakan LIKE dan SHARE jika menurut anda harus di bagikan ke teman...

Support By. www.PlanetUANG.com

Kisah di musim dingin (true story, seperti temuat dalam Xia Wen Pao, 2007) Siu Lan, seorang janda miskin memiliki seorang putri kecil berumur 7 tahun, Lie Mei. Kemiskinan memaksanya untuk membuat sendiri kue-kue dan menjajakannya di pasar untuk biaya hidup berdua. Hidup penuh kekurangan membuat Lie Mei tidak pernah bermanja-manja pada ibunya, seperti anak kecil lain.

Suatu ketika dimusim dingin, saat selesai membuat kue, Siu Lan melihat keranjang penjaja kuenya sudah rusak berat. Dia berpesan agar Lie Mei menunggu di rumah karena dia akan membeli keranjang kue yang baru. Pulang dari membeli keranjang kue, Siu Lan menemukan pintu rumah tidak terkunci dan Lie Mei tidak ada di rumah. Marahlah Siu Lan.Putrinya benar-benar tidak tahu diri, sudah hidup susah masih juga pergi bermain dengan teman-temannya. Lie Mei tidak menunggu rumah seperti pesannya.

Siu Lan menyusun kue kedalam keranjang, dan pergi keluar rumah untuk menjajakannya. Dinginnya salju yang memenuhi jalan tidak menyurutkan niatnya untuk menjual kue. Bagaimana lagi ? Mereka harus dapat uang untuk makan. Sebagai hukuman bagi Lie Mei, putrinya, pintu rumah dikunci Siu Lan dari luar agar Lie Mei tidak bisa pulang. Putri kecil itu harus diberi pelajaran, pikirnya geram. Lie Mei sudah berani kurang ajar.

Sepulang menjajakan kue, Siu Lan menemukan Lie Mei, gadis kecil itu tergeletak di depan pintu. Siu Lan berlari memeluk Lie Mei yang membeku dan sudah tidak bernyawa. Siu Lan berteriak membelah kebekuan salju dan menangis meraung-raung, tapi Lie Mei tetap tidak bergerak. Dengan segera, Siu Lan membopong Lie Mei masuk ke rumah.

Siu Lan menggoncang- goncangkan tubuh beku putri kecilnya sambil meneriakkan nama Lie Mei. Tiba-tiba jatuh sebuah bungkusan kecil dari tangan Lie Mei. Siu Lan mengambil bungkusan kecil itu, dia membukanya. Isinya sebungkus kecil biskuit yang dibungkus kertas usang. Siu Lan mengenali tulisan pada kertas usang itu adalah tulisan Lie Mei yang masih berantakan namun tetap terbaca *,"Hi..hi..hi. . mama pasti lupa. Ini hari istimewa buat mama. Aku membelikan biskuit kecil ini untuk hadiah. Uangku tidak cukup untuk membeli biskuit ukuran besar. Hi…hi…hi.. mama selamat ulang tahun."*

Renungan :

Ingatlah, jangan terlalu cepat menilai seseorang berdasarkan persepsi kita, karena persepsi kita belum tentu benar adanya.

THINK. It is the source of power
READ. It is the foundation of wisdom
QUIET. It is the opportunity to seek God
DREAM. It is what the future is made of
PRAY. It is the greatest power on earth.......


Sumber kisah: Husanto-planetuang
Abdul Kholik Loebiez Kisah-kisah Menarik, Misteri, Travel

Seorang Anak Muda Melamun Di Dermaga

Foto: Seorang Anak Muda Melamun Di Dermaga

Seorang anak muda sering merenungkan nasib nya disebuah dermaga. Dari pagi hingga siang memperhatikan org memancing ikan.

Ia memperhatikan seorg bapak tua sedang memancing dan hasil pancingan paling banyak diatara pemancing2 lainnya.
Jika saya bisa medapatkan ikan seperti bapak tua ini,saya akan menjual nya dan mendapat uang yg banyak.

Sang bpk tua menatap anak muda itu dan berkata."Nak ikan ini saya berikan seluruhnya kpd kamu,tapi engkau hrs membantu saya memegang kail ini selama saya pergi krn saya hrs menjemput cucu saya."

Selama dua jam tanpa sadar anak muda ini memperoleh tangkapan yg jauh lebih banyak di banding tanggapan bapak tua sebelumnya.

Selagi asyik memancing,bapak tua itu telah kembali bersama cucunya. Dengan semangat dan girang anak muda menunjukkan hasil tangkapan yg banyak.

Bapak bijak itu tersenyum dan berkata, "Lain kali jika kau menginginkan sesuatu jgnlah hanya menunggu dan bermimpi,hanya tindakanlah yg dapat mewujudkannya.

Pesan apa yang didapat?

LIKE dan SHARE Cerita ini dan jawablah pesannya melalui komentar.

Support By www.PlanetUANG.com

Seorang anak muda sering merenungkan nasib nya disebuah dermaga. Dari pagi hingga siang memperhatikan org memancing ikan.

Ia memperhatikan seorg bapak tua sedang memancing dan hasil pancingan paling banyak diatara pemancing2 lainnya.
Jika saya bisa medapatkan ikan seperti bapak tua ini,saya akan menjual nya dan mendapat uang yg banyak.

Sang bpk tua menatap anak muda itu dan berkata."Nak ikan ini saya berikan seluruhnya kpd kamu,tapi engkau hrs membantu saya memegang kail ini selama saya pergi krn saya hrs menjemput cucu saya."

Selama dua jam tanpa sadar anak muda ini memperoleh tangkapan yg jauh lebih banyak di banding tanggapan bapak tua sebelumnya.

Selagi asyik memancing,bapak tua itu telah kembali bersama cucunya. Dengan semangat dan girang anak muda menunjukkan hasil tangkapan yg banyak.

Bapak bijak itu tersenyum dan berkata, "Lain kali jika kau menginginkan sesuatu jgnlah hanya menunggu dan bermimpi,hanya tindakanlah yg dapat mewujudkannya.

Pesan apa yang didapat?


Sumber kisah: Husanto-planetuang
Abdul Kholik Loebiez Kisah-kisah Menarik, Misteri, Travel

Dinda Menangis Hanya Demi 1 Jam Waktu Ayahnya

Foto: KISAH NYATA : Dinda Menangis Hanya Demi 1 Jam Waktu Ayahnya

Ada sebuah cerita dimana Seorang gadis bernama Dinda tinggal bersama Ayah dan pembantu.

Setiap hari ayahnya sangat sibuk demi menghidupi keluarga hingga hampir setiap hari tidak ada waktu untuk menemani Dinda walau hanya 1 jam.

Ayah selalu pergi pagi dan pulang malam.Terkadang hari liburpun sang ayah masih tetap harus masuk untuk mendapatkan uang lembur yang cukup lumayan.

Hingga suatu saat gadis tersebut bertanya kepada ayahnya...

Dinda : Ayah, bisa ga besok (hari libur) temanin dinda bermain?

Dengan wajah yang agak sedikit kesal sang ayah langsung menjawab :

Ayah : Besok ayah harus lembur, jadi tidak bisa temani kamu, kamu sama pembantu saja.

Dinda : Memangnya berapa Gaji Ayah di kantor?

Ayah: WHAT !! Mengapa kamu bertanya seperti itu? (bernada marah)??  Ayah di gaji 5 juta setiap bulan. 

Dengan wajah yang meneteskan air mata dinda berkata..

Dinda : saya sudah sebulan ini menabung (sambil menyodorkan uang receh), nih ayah, Dinda bayar ayah rp 20 ribu, boleh nggak besok Dinda minta waktu ayah sejam saja untuk bermain bareng Dinda?

Jika anda sebagai ayah menghadapi hal seperti ini, apa yang akan anda lakukan?

RENUNGAN :
Cerita ini menyadarkan kita semua, bahwa begitu banyak orang bekerja keras mengejar uang hingga pensiun, melupakan waktu waktu berharga bersama keluarga... Padahal kita tahu waktu tidak akan pernah kembali.

Jika anda merasa cerita ini bermanfaat silakan SHARE ke teman2...

Support By www.PlanetUANG.com

Ada sebuah cerita dimana Seorang gadis bernama Dinda tinggal bersama Ayah dan pembantu.

Setiap hari ayahnya sangat sibuk demi menghidupi keluarga hingga hampir setiap hari tidak ada waktu untuk menemani Dinda walau hanya 1 jam.

Ayah selalu pergi pagi dan pulang malam.Terkadang hari liburpun sang ayah masih tetap harus masuk untuk mendapatkan uang lembur yang cukup lumayan.

Hingga suatu saat gadis tersebut bertanya kepada ayahnya...

Dinda : Ayah, bisa ga besok (hari libur) temanin dinda bermain?

Dengan wajah yang agak sedikit kesal sang ayah langsung menjawab :

Ayah : Besok ayah harus lembur, jadi tidak bisa temani kamu, kamu sama pembantu saja.

Dinda : Memangnya berapa Gaji Ayah di kantor?

Ayah: WHAT !! Mengapa kamu bertanya seperti itu? (bernada marah)?? Ayah di gaji 5 juta setiap bulan.

Dengan wajah yang meneteskan air mata dinda berkata..

Dinda : saya sudah sebulan ini menabung (sambil menyodorkan uang receh), nih ayah, Dinda bayar ayah rp 20 ribu, boleh nggak besok Dinda minta waktu ayah sejam saja untuk bermain bareng Dinda?

Jika anda sebagai ayah menghadapi hal seperti ini, apa yang akan anda lakukan?

RENUNGAN :
Cerita ini menyadarkan kita semua, bahwa begitu banyak orang bekerja keras mengejar uang hingga pensiun, melupakan waktu waktu berharga bersama keluarga... Padahal kita tahu waktu tidak akan pernah kembali.


Sumber kisah: Husanto-planetuang
Abdul Kholik Loebiez Kisah-kisah Menarik, Misteri, Travel

Kesetiaan Cicak Yang Patut Di Tiru

Foto: Kesetiaan Cicak Yang Patut Di Tiru

Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor cicak terperangkap diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah surat.

Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek surat itu, ternyata surat tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun.

Apa yang terjadi? Bagaimana cicak itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun? Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikit pun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.

Orang itu lalu berpikir, bagaimana cicak itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada surat itu! Bagaimana dia makan?

Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan cicak itu. Apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. Kemudian, tidak tahu dari mana datangnya, seekor cicak lain muncul dengan makanan di mulutnya..aahhh!

Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor cicak lain yang selalu memperhatikan cicak yang terperangkap itu selama 10 tahun.

Sungguh ini sebuah cinta, cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor cicak itu. apa yang dapat dilakukan oleh cinta? Tentu saja sebuah keajaiban. Bayangkan, cicak itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan.

"Kita sebagai manusia terkadang mengabaikan hal ini, mudah menyerah dan putus asa. Tapi Ketika kita berusaha untuk selalu bertahan maka Keberhasilan akan datang"

Silakan Bagikan ke Teman2 cerita ini..

Support By www.PlanetUANG.com

Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor cicak terperangkap diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah surat.

Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek surat itu, ternyata surat tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun.

Apa yang terjadi? Bagaimana cicak itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun? Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikit pun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.

Orang itu lalu berpikir, bagaimana cicak itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada surat itu! Bagaimana dia makan?

Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan cicak itu. Apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. Kemudian, tidak tahu dari mana datangnya, seekor cicak lain muncul dengan makanan di mulutnya..aahhh!

Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor cicak lain yang selalu memperhatikan cicak yang terperangkap itu selama 10 tahun.

Sungguh ini sebuah cinta, cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor cicak itu. apa yang dapat dilakukan oleh cinta? Tentu saja sebuah keajaiban. Bayangkan, cicak itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan.

"Kita sebagai manusia terkadang mengabaikan hal ini, mudah menyerah dan putus asa. Tapi Ketika kita berusaha untuk selalu bertahan maka Keberhasilan akan datang"


Sumber kisah: Husanto-planetuang
Abdul Kholik Loebiez Kisah-kisah Menarik, Misteri, Travel

Anak Buta Di Sebuah Gerbong Kereta Api

Foto: KISAH Anak Buta Di Sebuah Gerbong Kereta Api

Di sebuah gerbong kereta api yang penuh, seorang pemuda berusia kira-kira 24 tahun melepaskan pandangannya melalui jendela. Ia begitu takjub melihat pemandangan sekitarnya. Dengan girang, ia berteriak dan berkata kepada ayahnya:

”Ayah, coba lihat, pohon-pohon itu… mereka berjalan menyusul kita”.

Sang ayah hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala dengan wajah yang tidak kurang cerianya. Ia begitu bahagia mendengar celoteh putranya itu.

Di samping pemuda itu ada sepasang suami-istri yang mengamati tingkah pemuda yang kekanak-kanakan itu. Mereka berdua merasa sangat risih. Kereta terus berlalu. Tidak lama pemuda itu kembali berteriak:

“Ayah, lihat itu, itu awan kan…? lihat… mereka ikut berjalan bersama kita juga…”.

Ayahnya tersenyum lagi menunjukkan kebahagiaan.

Dua orang suami-istri di samping pemuda itu tidak mampu menahan diri, akhirnya mereka berkata kepada ayah pemuda itu:

“Kenapa anda tidak membawa anak anda ini ke dokter jiwa?”

Sejenak, ayah pemuda itu terdiam. Lalu ia menjawab:
“Kami baru saja kembali dari rumah sakit, anakku ini menderita kebutaan semenjak lahir. ia baru dioperasi, dan hari ini adalah hari pertama dia bisa melihat dunia dengan mata kepalanya”.

Pasangan suami itu pun terdiam seribu bahasa.

Moral story: Setiap orang mempunyai cerita hidup masing-masing, oleh karena itu jangan memvonis seseorang dengan apa yg kita lihat saja. Barangkali saja bila kita mengetahui kondisi sebenarnya kita akan tercengang....

Silakan di LIKE dan SHARE bagi yang tertarik...

Di sebuah gerbong kereta api yang penuh, seorang pemuda berusia kira-kira 24 tahun melepaskan pandangannya melalui jendela. Ia begitu takjub melihat pemandangan sekitarnya. Dengan girang, ia berteriak dan berkata kepada ayahnya:

”Ayah, coba lihat, pohon-pohon itu… mereka berjalan menyusul kita”.

Sang ayah hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala dengan wajah yang tidak kurang cerianya. Ia begitu bahagia mendengar celoteh putranya itu.

Di samping pemuda itu ada sepasang suami-istri yang mengamati tingkah pemuda yang kekanak-kanakan itu. Mereka berdua merasa sangat risih. Kereta terus berlalu. Tidak lama pemuda itu kembali berteriak:

“Ayah, lihat itu, itu awan kan…? lihat… mereka ikut berjalan bersama kita juga…”.

Ayahnya tersenyum lagi menunjukkan kebahagiaan.

Dua orang suami-istri di samping pemuda itu tidak mampu menahan diri, akhirnya mereka berkata kepada ayah pemuda itu:

“Kenapa anda tidak membawa anak anda ini ke dokter jiwa?”

Sejenak, ayah pemuda itu terdiam. Lalu ia menjawab:
“Kami baru saja kembali dari rumah sakit, anakku ini menderita kebutaan semenjak lahir. ia baru dioperasi, dan hari ini adalah hari pertama dia bisa melihat dunia dengan mata kepalanya”.

Pasangan suami itu pun terdiam seribu bahasa.

Moral story: Setiap orang mempunyai cerita hidup masing-masing, oleh karena itu jangan memvonis seseorang dengan apa yg kita lihat saja. Barangkali saja bila kita mengetahui kondisi sebenarnya kita akan tercengang....


Sumber kisah: Husanto-planetuang
Abdul Kholik Loebiez Kisah-kisah Menarik, Misteri, Travel

Perbuatan Buruk Akan Meninggalkan Bekas Seperti Paku di Pagar

Foto: Perbuatan Buruk Akan Meninggalkan Bekas Seperti Paku di Pagar

Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 71 batang di pagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada
memaku di pagar. 

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya. Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar. Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa
menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar. 

Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata : Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada dipagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau menyakiti orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar. Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau
meminta maaf/menyesal, lukanya tetap akan tertinggal.

Luka melalui ucapan/tingkah laku sama perihnya seperti luka fisik.
Kawan adalah perhiasan yang langka (apalagi yang lebih dari itu). Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu.

Tunjukkanlah kepada teman- temanmu betapa kau menyukai
mereka. Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu
kepada siapa kamu dapat mempercayakan rahasia. (Alessandro Manzoni) 

Silahkan LIKE and SHARE buat teman-teman kita..

Support By www.PlanetUANG.com

Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 71 batang di pagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada
memaku di pagar.

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya. Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar. Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa
menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.

Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata : Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada dipagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau menyakiti orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar. Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau
meminta maaf/menyesal, lukanya tetap akan tertinggal.

Luka melalui ucapan/tingkah laku sama perihnya seperti luka fisik.
Kawan adalah perhiasan yang langka (apalagi yang lebih dari itu). Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu.

Tunjukkanlah kepada teman- temanmu betapa kau menyukai
mereka. Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu
kepada siapa kamu dapat mempercayakan rahasia. (Alessandro Manzoni) 


Sumber kisah: Husanto-planetuang
Abdul Kholik Loebiez Kisah-kisah Menarik, Misteri, Travel

Segala Sesuatu Di Mulai Dari NOL

Foto: Segala Sesuatu Di Mulai Dari NOL

"Pohon besar mampu menahan terjangan badai karana memiliki batang dan akar yang kokoh. Belasan tahun diperlukan untuk menunbuhkan dan melatih kekuatan. Bulan demi bulan, hujan menguatkan jaringan kayunya. Tahun demi tahun, pohon-pohon besar lain melindungi dari terpaan hujan. 

Tak ada hitungan malam untuk mencetak batang yang tegar. Tak ada hitungan siang untuk menumbuhkan akar yang kekar mencengkeram bumi. Hanya dengan kesabaran anda bisa meraih keberhasilan. Tumbuhkan kesabaran dalam diri anda untuk meraih kesuksesan."

Yuk Bantu SHARE Ke Teman lainnya...

Support By www.PlanetUANG.com

"Pohon besar mampu menahan terjangan badai karana memiliki batang dan akar yang kokoh. Belasan tahun diperlukan untuk menunbuhkan dan melatih kekuatan. Bulan demi bulan, hujan menguatkan jaringan kayunya. Tahun demi tahun, pohon-pohon besar lain melindungi dari terpaan hujan.

Tak ada hitungan malam untuk mencetak batang yang tegar. Tak ada hitungan siang untuk menumbuhkan akar yang kekar mencengkeram bumi. Hanya dengan kesabaran anda bisa meraih keberhasilan. Tumbuhkan kesabaran dalam diri anda untuk meraih kesuksesan."

Sumber kisah: Husanto-planetuang
Abdul Kholik Loebiez Kisah-kisah Menarik, Misteri, Travel

Pentingnya Ketenangan Jiwa Dalam Hidup

Foto: Pentingnya Ketenangan Jiwa Dalam Hidup

Menggapai ketenangan jiwa adalah keinginan semua orang. Tidak sedikit orang rela membayar mahal demi berhasil mendapatkan ketenangan jiwa. Berbagai cara ditempuh, dicari, diikuti, namun ketenangan jiwa tak semudah itu hadir menghangatkan jiwa yang merindu.

Orang bisa saja pergi menginap di hotel berbintang paling mahal di pinggir pantai atau pedesaan eksotik di Eropa, demi memimpikan ketenangan jiwa. Orang bisa melakukan perjalanan mewah melintasi samudara dunia, mendaki gunung tertinggi, agar bisa menjumpai ketenangan jiwa. Atau membayar mahal berbagai pelatihan hebat dan buku-buku best seller demi mengupas teknik-teknik menenangkan jiwa.

Namun akankah berhasil? Jika ya, berapa lama kita bisa mempertahankannya?

Ada sebuah kunci sederhana demi meraih ketenangan jiwa. Setidaknya dengan melakukan hal ini, setengah dari ketenagan jiwa bisa kita raih. Rahasianya sederhana yaitu...

"Cobalah untuk tidak peduli dengan penilaian orang lain pada diri kita”.

Ketika kita bisa ‘tidak merisaukan’ apa yang orang pikirkan dan katakan tentang kita, maka kita bisa merasakan ketenangan yang nikmat. Kita bisa menjalani kehidupan hanya seperti bagaimana kita merasakannya, bukan bagaimana orang menilainya!
By A2.

Yuk kita SHARE kan ke teman2 kita..

Support By www.PlanetUANG.com

Menggapai ketenangan jiwa adalah keinginan semua orang. Tidak sedikit orang rela membayar mahal demi berhasil mendapatkan ketenangan jiwa. Berbagai cara ditempuh, dicari, diikuti, namun ketenangan jiwa tak semudah itu hadir menghangatkan jiwa yang merindu.

Orang bisa saja pergi menginap di hotel berbintang paling mahal di pinggir pantai atau pedesaan eksotik di Eropa, demi memimpikan ketenangan jiwa. Orang bisa melakukan perjalanan mewah melintasi samudara dunia, mendaki gunung tertinggi, agar bisa menjumpai ketenangan jiwa. Atau membayar mahal berbagai pelatihan hebat dan buku-buku best seller demi mengupas teknik-teknik menenangkan jiwa.

Namun akankah berhasil? Jika ya, berapa lama kita bisa mempertahankannya?

Ada sebuah kunci sederhana demi meraih ketenangan jiwa. Setidaknya dengan melakukan hal ini, setengah dari ketenagan jiwa bisa kita raih. Rahasianya sederhana yaitu...

"Cobalah untuk tidak peduli dengan penilaian orang lain pada diri kita”.

Ketika kita bisa ‘tidak merisaukan’ apa yang orang pikirkan dan katakan tentang kita, maka kita bisa merasakan ketenangan yang nikmat. Kita bisa menjalani kehidupan hanya seperti bagaimana kita merasakannya, bukan bagaimana orang menilainya!
By A2.


Sumber kisah: Husanto-planetuang
Abdul Kholik Loebiez Kisah-kisah Menarik, Misteri, Travel

Kisah Biksu Kecil Yang Baru Di Tahbis

Foto: Kisah Biksu Kecil Yang Baru Di Tahbis

Seorang biksu kecil yang baru ditahbis, diminta untuk mengambil air, Ia diminta untuk mengambil air di dekat sumur vihara.
Ia pun pergi ke sumur dan mencoba untuk menimba sumur, namun yang didapatkannya hanyalah ember kosong tanpa ada airnya.

Semakin ditimba, semakin sia-sialah usaha mendapatkan airnya.
Semakin marah kesel dan jengkel, sumur itu tetap tidak memberikan air. Ia tidak percaya, dan mengintip ke dalam sumur. Sumur itu sangat dalam dan terlihat gelap ke dasar, hampir dipastikan tidak dapat terlihat apa yang ada di dalam sumur.
Semakin berusaha, semakin emosi, dan kesal, yang ada malah keringat membasahi tubuh dan lelah yang tersisa.

Tiba-tiba Gurunya datang, kemudian biksu kecil itu komplain pada gurunya. “Mengapa Guru tidak berkata bila sumur ini kosong, mengapa saya harus menimbanya?”

Sang Guru Balik bertanya: “Berapa kali kamu menimba?”
Biksu kecil menjawab: “Sudah banyak kali, dan sudah emosi jiwa”.
Guru: “Bila sudah tahu kosong, mengapa harus menimba? mengapa harus emosi dan mengapa menutup indra kesadaranmu?”

“PLAK”
Kepala biksu kecil itu dipukul dengan tongkat.

“Lihat ke samping sumur itu, disana ada kran air dari pompa sumur, tinggal dibuka krannya airpun mengalir, Aku suruh kamu mengambil air di dekat sumur, bukan menimba sumur!”
Seketika wajah biksu kecil itu merah padam…
Ia merasa sudah membuang-buang energi dan emosinya hanya karena tidak ada usaha untuk membuka 'kesadaran'.

Bagaimana dengan Anda sekalian? Apakah dari awal membaca Anda memiliki pikiran yang sama seperti biksu kecil itu?

RENUNGAN :

Sering kita marah tanpa alasan, emosi jiwa, padahal duduk persoalannya disebabkan oleh karena kita sok tahu, sok yakin benar, dan tidak mau tahu.Akhirnya kita menyalahkan kondisi yang ada, padahal yang perlu diperiksa adalah otak kita sendiri.
Jika Anda menghadapi masalah dan merasa stuck, bukalah mata hati Anda dan cari solusi lain.

Atau, apakah Anda harus di 'PLAK' dahulu seperti biksu kecil tadi?:)

Silakan SHARE jika merasa cerita ini cukup berkesan..

Support By www.PlanetUANG.com

Seorang biksu kecil yang baru ditahbis, diminta untuk mengambil air, Ia diminta untuk mengambil air di dekat sumur vihara.
Ia pun pergi ke sumur dan mencoba untuk menimba sumur, namun yang didapatkannya hanyalah ember kosong tanpa ada airnya.

Semakin ditimba, semakin sia-sialah usaha mendapatkan airnya.
Semakin marah kesel dan jengkel, sumur itu tetap tidak memberikan air. Ia tidak percaya, dan mengintip ke dalam sumur. Sumur itu sangat dalam dan terlihat gelap ke dasar, hampir dipastikan tidak dapat terlihat apa yang ada di dalam sumur.
Semakin berusaha, semakin emosi, dan kesal, yang ada malah keringat membasahi tubuh dan lelah yang tersisa.

Tiba-tiba Gurunya datang, kemudian biksu kecil itu komplain pada gurunya. “Mengapa Guru tidak berkata bila sumur ini kosong, mengapa saya harus menimbanya?”

Sang Guru Balik bertanya: “Berapa kali kamu menimba?”
Biksu kecil menjawab: “Sudah banyak kali, dan sudah emosi jiwa”.
Guru: “Bila sudah tahu kosong, mengapa harus menimba? mengapa harus emosi dan mengapa menutup indra kesadaranmu?”

“PLAK”
Kepala biksu kecil itu dipukul dengan tongkat.

“Lihat ke samping sumur itu, disana ada kran air dari pompa sumur, tinggal dibuka krannya airpun mengalir, Aku suruh kamu mengambil air di dekat sumur, bukan menimba sumur!”
Seketika wajah biksu kecil itu merah padam…
Ia merasa sudah membuang-buang energi dan emosinya hanya karena tidak ada usaha untuk membuka 'kesadaran'.

Bagaimana dengan Anda sekalian? Apakah dari awal membaca Anda memiliki pikiran yang sama seperti biksu kecil itu?

RENUNGAN :

Sering kita marah tanpa alasan, emosi jiwa, padahal duduk persoalannya disebabkan oleh karena kita sok tahu, sok yakin benar, dan tidak mau tahu.Akhirnya kita menyalahkan kondisi yang ada, padahal yang perlu diperiksa adalah otak kita sendiri.
Jika Anda menghadapi masalah dan merasa stuck, bukalah mata hati Anda dan cari solusi lain.

Atau, apakah Anda harus di 'PLAK' dahulu seperti biksu kecil tadi?:)


Sumber kisah: Husanto-planetuang
Abdul Kholik Loebiez Kisah-kisah Menarik, Misteri, Travel

Kenapa Ibu Menangis?

Foto: Kenapa Ibu Menangis?

Seorang anak kecil bertanya kepada ibunya, "Mengapa engkau menangis?" "Karena aku perlu" katanya. "Saya tidak mengerti," katanya.

Ibu-Nya hanya memeluknya dan berkata, "Dan kau tidak akan pernah."

Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya, "Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?"

"Semua wanita menangis tanpa alasan," jawab ayahnya sembarangan.

Anak laki-laki kecil, masih bertanya-tanya mengapa wanita menangis, akhirnya meminta bijak Syekh tua (Guru Islamnya). "Dia pasti tahu jawabannya", pikirnya.

"Ya Syaikh! Mengapa wanita menangis begitu mudah? "

Para guru yang bijaksana menjawab,

"Ketika Allah membuat wanita dia harus dibuat begitu istimewa. Dia membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia, namun cukup lembut untuk memberikan kenyamanan. Dia memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang datang dari anak-anaknya.

Dia memberinya kekerasan yang memungkinkan dia untuk terus ketika orang lain menyerah, dan mengurus keluarganya melalui penyakit dan kelelahan tanpa mengeluh. Dia memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap dan semua keadaan, bahkan ketika anaknya menyakitinya sangat buruk. Dia memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan kuno nya dari tulang rusuk untuk melindungi hatinya.

Dia memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu.

Dan terakhir, Dia memberinya air mata. Ini adalah miliknya dan hanya miliknya untuk digunakan kapan pun dia membutuhkannya. Dia tidak memerlukan alasan, penjelasan, itu miliknya ...

Anda lihat ibumu, keindahan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, keindahan wajahnya, atau bagaimana ia menyisir rambutnya. Keindahan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya -. Tempat dimana cinta itu ada "

Anak kecil menemukan jawabannya dan tidak pernah mengajukan pertanyaan yang sama lagi.

Renungan : 

" Begitulah pengorbanan seorang Wanita terutama ibumu. Tiada lagi alasan untuk membuatnya menangis selain menjadi kebutuhannya sebagai miliknya satu-satunya. "

Setuju silakan SHARE cerita ini..

Support By www.PlanetUANG.com

Seorang anak kecil bertanya kepada ibunya, "Mengapa engkau menangis?" "Karena aku perlu" katanya. "Saya tidak mengerti," katanya.

Ibu-Nya hanya memeluknya dan berkata, "Dan kau tidak akan pernah."

Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya, "Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?"

"Semua wanita menangis tanpa alasan," jawab ayahnya sembarangan.

Anak laki-laki kecil, masih bertanya-tanya mengapa wanita menangis, akhirnya meminta bijak Syekh tua (Guru Islamnya). "Dia pasti tahu jawabannya", pikirnya.

"Ya Syaikh! Mengapa wanita menangis begitu mudah? "

Para guru yang bijaksana menjawab,

"Ketika Allah membuat wanita dia harus dibuat begitu istimewa. Dia membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia, namun cukup lembut untuk memberikan kenyamanan. Dia memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang datang dari anak-anaknya.

Dia memberinya kekerasan yang memungkinkan dia untuk terus ketika orang lain menyerah, dan mengurus keluarganya melalui penyakit dan kelelahan tanpa mengeluh. Dia memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap dan semua keadaan, bahkan ketika anaknya menyakitinya sangat buruk. Dia memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan kuno nya dari tulang rusuk untuk melindungi hatinya.

Dia memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu.

Dan terakhir, Dia memberinya air mata. Ini adalah miliknya dan hanya miliknya untuk digunakan kapan pun dia membutuhkannya. Dia tidak memerlukan alasan, penjelasan, itu miliknya ...

Anda lihat ibumu, keindahan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, keindahan wajahnya, atau bagaimana ia menyisir rambutnya. Keindahan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya -. Tempat dimana cinta itu ada "

Anak kecil menemukan jawabannya dan tidak pernah mengajukan pertanyaan yang sama lagi.

Renungan :

" Begitulah pengorbanan seorang Wanita terutama ibumu. Tiada lagi alasan untuk membuatnya menangis selain menjadi kebutuhannya sebagai miliknya satu-satunya. "


Sumber kisah: Husanto-planetuang
Abdul Kholik Loebiez Kisah-kisah Menarik, Misteri, Travel

Salah Sangka, Mobil Menabrak Babi


Foto: Salah Sangka, Mobil Menabrak Babi

Zhang San sedang mengemudikan mobil berjalan di jalan pegunungan, ketika dengan santai menikmati pemandangan yang indah, mendadak dari arah depan datang sebuah truk barang. 

Si sopir truk membuka jendela dan berteriak dengan keras, “Babi!” Mendengar suara ini Zhang San menjadi emosi, dia juga membuka jendela memaki, “Kamu sendiri yang babi!” Baru saja selesai memaki, dia telah bertabrakan dengan gerombolan babi yang sedang menyeberangi jalan.

Jangan salah tafsir maksud kebaikan dari orang lain, hal tersebut akan menyebabkan kerugian Anda, juga membuat orang lain terhina. 

Silakan SHARE & LIKE untuk teman-teman kita..

Support By www.PlanetUANG.com

Zhang San sedang mengemudikan mobil berjalan di jalan pegunungan, ketika dengan santai menikmati pemandangan yang indah, mendadak dari arah depan datang sebuah truk barang.

Si sopir truk membuka jendela dan berteriak dengan keras, “Babi!” Mendengar suara ini Zhang San menjadi emosi, dia juga membuka jendela memaki, “Kamu sendiri yang babi!” Baru saja selesai memaki, dia telah bertabrakan dengan gerombolan babi yang sedang menyeberangi jalan.

Jangan salah tafsir maksud kebaikan dari orang lain, hal tersebut akan menyebabkan kerugian Anda, juga membuat orang lain terhina. 

Sumber kisah: Husanto-planetuang
Abdul Kholik Loebiez Kisah-kisah Menarik, Misteri, Travel

Kevin Carter Fotografi Yang Bunuh Diri Setelah Menerima Penghargaan

Foto: Kevin Carter Fotografi Yang Bunuh Diri Setelah Menerima Penghargaan

Penghargaan tertinggi bidang fotografi jurnalistik "Pulitzer Prize" pada tahun 1994, jatuh pada foto seorang gadis yang menangis kelaparan dan berusaha merangkak kelelahan menuju camp pengungsian PBB yang berjarak 1 kilometer dari tempatnya. Ia tanpa pakaian, kurus dengan tulang menonjol dimana-mana, sementara di belakangnya ada burung pemakan bangkai yang sudah mencium 'bau kematian' gadis kecil tersebut.

Foto tersebut diambil di Sudan, Afrika Utara pada Maret 1993, oleh seorang wartawan bernama Kevin Carter, yang mendengar suara tangis anak tersebut. Ia sempat menunggu selama 20 menit supaya burung pemakan bangkai itu pergi, tetapi akhirnya mengambil foto gadis itu karena burung tersebut tidak juga meninggalkan gadis tersebut. Kemudian ia meninggalkannya.

Begitu foto tersebut dipublikasikan oleh harian "New York Times", redaksi menerima begitu banyak telepon menanyakan kabar gadis itu:

"Apakah dia tewas?"
"Apakah dia bisa sampai ke camp/food-center PBB?"
"Apakah dia dimakan burung pemakan bangkai?"
"Bagaimana saya bisa menolong gadis tersebut?", dan...
"Mengapa Kevin tidak segera menolong anak itu?!"

Dua bulan setelah menerima penghargaan bergengsi tersebut, Kevin mati bunuh diri karena dihantui pemandangan tersebut. Mungkin dia menyesal, tidak menolong anak kelaparan tersebut.

Teman-teman. Penyesalan memang selalu datang terlambat. Mari, selagi masih ada kesempatan berbuat baik, kita berbuat baik dengan tidak jemu-jemu. Jangan sampai kita menyesali diri karena kesempatan berbuat baik itu sudah tertutup.

Silakan klik LIKE Page ini dan Share ke teman-teman yang lain ya 

Support By www.PlanetUANG.com

Kevin Carter Fotografi Yang Bunuh Diri Setelah Menerima Penghargaan

Penghargaan tertinggi bidang fotografi jurnalistik "Pulitzer Prize" pada tahun 1994, jatuh pada foto seorang gadis yang menangis kelaparan dan berusaha merangkak kelelahan menuju camp pengungsian PBB yang berjarak 1 kilometer dari tempatnya. Ia tanpa pakaian, kurus dengan tulang menonjol dimana-mana, sementara di belakangnya ada burung pemakan bangkai yang sudah mencium 'bau kematian' gadis kecil tersebut.

Foto tersebut diambil di Sudan, Afrika Utara pada Maret 1993, oleh seorang wartawan bernama Kevin Carter, yang mendengar suara tangis anak tersebut. Ia sempat menunggu selama 20 menit supaya burung pemakan bangkai itu pergi, tetapi akhirnya mengambil foto gadis itu karena burung tersebut tidak juga meninggalkan gadis tersebut. Kemudian ia meninggalkannya.

Begitu foto tersebut dipublikasikan oleh harian "New York Times", redaksi menerima begitu banyak telepon menanyakan kabar gadis itu:

"Apakah dia tewas?"
"Apakah dia bisa sampai ke camp/food-center PBB?"
"Apakah dia dimakan burung pemakan bangkai?"
"Bagaimana saya bisa menolong gadis tersebut?", dan...
"Mengapa Kevin tidak segera menolong anak itu?!"

Dua bulan setelah menerima penghargaan bergengsi tersebut, Kevin mati bunuh diri karena dihantui pemandangan tersebut. Mungkin dia menyesal, tidak menolong anak kelaparan tersebut.

Teman-teman. Penyesalan memang selalu datang terlambat. Mari, selagi masih ada kesempatan berbuat baik, kita berbuat baik dengan tidak jemu-jemu. Jangan sampai kita menyesali diri karena kesempatan berbuat baik itu sudah tertutup.


Sumber kisah: Husanto-Planetuang
Abdul Kholik Loebiez Kisah-kisah Menarik, Misteri, Travel